Balap
liar bukan lagi menjadi rahasia dikalangan umum. Kegiatan ini ilegal, namun tidak bisa dihilangakan karena berbagai macam alasan. Pihak berwenangpun seolah sudah lelah dan kehabisan akal untuk berupaya menghilangkan kegiatan berbahaya ini.
Pada umumnya pembalap liar bergolongan remaja
hingga orang tua, namun tidak jarang terdapat anak dibawah umur yang masih duduk di bangku
sekolah menjadi pembali (sebutan untuk pekalu balap liar). Aktifitas ini memang tidak ada batasan umur, karena sesuai dengan sebutannya (liar), tanpa aturan. Balap
liar selain sebagai ajang kebut-kebutan juga, digunakan sebagai ajang pamer untuk menunjukan motor siapa yang tercepat.
Motor yang digunakan pun sudah jauh dari ketentuan SNI, jangankan
kaca spion, body motorpun sudah tidak ada.
Salah satu pembalap liar ini bernama Rizky
Fihri, ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di daerah Tangerang
Selatan. Umurnya yang masih terhitung belia membuat perbedaan dirinya dengan
pembali lain. Perawakan yang kecil dan wajah yang masih lugu adalah salah satu ciri khas dari
dirinya.
Selain menjadi pembalap liar Rizky bekerja
dibengkel milik omnya sebagai montir, uang yang ia dapatkan di gunakan sebagai
tambahan untuk ia sekolah. Bermain game juga menjadi kegiatan favoritnya dikala
ia sedang tidak ada kegiatan. Diantara teman-temannya, Rizky merupakan anak
termuda karena rata-rata temannya sudah lulus sekolah. Walaupun sibuk dengan
kegiatan ilegal ini, Rixky tidak pernah lupa menjalankan kewajibannya untuk
tetap sekolah setiap harinya.










No comments:
Post a Comment